BINGKISAN UNTUK ZOOY
By: Elis Tnunay
Zooy namanya, ia
adalah seorang anak kecil yang ditinggal oleh kedua orangtuanya saat berumur
sebulan. Entah kemana tak seorang pun tahu tentang keperigian mereka. Umur Zooy
sekarang adalah 11 tahun, ia tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah desa
kecil yang sangat indah. Keadaan rumah yang ditinggali Zooy, kakek dan nenek
tidak begitu mewah, hanyalah sebuah gubuk reot yang terbuat dari dedaunan
gewang bertembokkan pelepah-pelepah bambu yang disusun rapi.
“Cuit...cuit..cuit”
begitulah kicauan burung yang selalu terdengar setiap pagi, membuat setiap
insan yang mendengarnya merasakan ketenangan dan semangat yang luar biasa. Pada
sebuah jalan setapak di depan rumah Zooy selalu diramaikan dengan bunyi langkah
kaki mereka yang selalu bersemangat mencari hidup dan kehidupan untuk
orang-orang yang dicintai.
Pagi itu....
“ Nek...” sapa Zooy
pada sang nenek yang sedang menyibukkan diri dengan tanaman-tanaman hijau segar
di pekarangan rumah.
“ia kenapa Zooy?,
sini bantuin nenek nyiramin sayur-sayur ini, lumayan buat ngurangin pengeluaran
kita” sambil tersenyum.
Zooy langsung
menghampiri sang nenek, namun dengan raut wajah yang tak bersemangat, entah apa
yang telah terjadi padanya sepagi ini???
“Nek... kenapa
sih aku harus tinggal sama kakek dan nenek?”
Sambil tersenyum
lebar nenek menjawab “memangnya kenapa kalau kamu tinggal sama kakek dan nenek,
kamu kan cucu kami”
“Tapi nek... aku
pengen ketemu papa dan mama, teman-temanku yang lain bersama papa dan mama
mereka, tapi aku tidak” ujar Zooy dengan sedikit nada cengeng.
Entah mengapa
sang nenek harus menyembunyikan rahasia besar ini dari Zooy.
“ Zooy papa dan
mama kamu sedang bekerja di luar negeri, mereka mencari uang buat kamu”.
“ tapi nek...
kenapa mereka tidak pulang, sekarang kan sudah mau bulan desember, kita kan
harus marayakan natal bersama”
Sambil tersenyum
nenek pun mengatakan sebuah kalimat pendek “ mungkin mereka tak punya
kesempatan untuk pulang”
Sebelum
terdengar kata-kata yang keluar dari mulut Zooy, nenek pun berkata dengan
harapan meyakinkan Zooy dan membuatnya mengerti.
“ suatu saat
nanti pasti mereka akan pulang dan kamu pasti akan bertemu dengan mereka”
Mendengar
perkataan nenek wajah zooy terlihat kemerah-merahan, kedua bola matanya
terlihat sperti tetesan air yang masih hinggap pada dedaunan hijau. Nenek hanya
menatap cucunya dan meletakan tangannya pada kepala Zooy lalu mengelus rambutnya
yang dibiarkannya terurai.
Setelah pagi itu
kehidupan Zooy dan keluarga kecilnya terus berlanjut, namun tak dapat
dipungkiri di wajah Zooy terlihat jelas ada tersimpan rindu yang sangat amat
besar pada orangtuanya. Dalam hayalannya setiap saat, papa dan mamanya datang
dan membawakan hadiah yang banyak , baju baru, dan permainan yang keren-keren.
Tak terasa
ternyata bulan desember telah tiba...
Langitpun
bersukacita menyambutnya dengan curahan titik-titik air yang jatuh ke bumi,
membuat pohon sepe memancarkan pesona kemerahannya. Sungguh bulan desember
merupakan bulan kebahagiaan bagi semua orang Kristen, tetapi tidak bagi Zooy.
“ Natal sudah
tiba tapi aku tak punya baju yang bagus untuk dipakai. Semua pakaianku telah
usang” kata Zooy dalam hati, sembari duduk menatap ke luar jendela kamarnya. Ia mengingat kejadian setahun yang lalu saat
diejek oleh teman-temannya karena menggunakan baju yang sama seperti natal
sebelumnya, tiba-tiba...
“Zooy kamu lihat
nenek tidak?” teriak kakek dari ruang kecil disamping kamar Zooy.
“ tidak kek...”
sambil berlari menghampiri kakek “memangnya kenapa kek, mungkin nenek lagi
keluar”
“tidak Zoo...
kakek hanya menanyakan nenek karena dari tadi tidak kelihatan. Dimana dia
hujan-hujan begini. Yasudah kamu kembali saja ke kamarmu”
“baiklah kek...”
ujar Zooy dengan setengah suara.
Zooy pun kembali
ke kamarnya dan mulai membaringkan tubuhnya...hari pun mulai gelap tak lama
kemudian perlahan matanya mulai tertutup dan ia pun tertidur. Nenek pun kembali
ke rumah.
Keesokan
harinya...
“Zooy ayo bangun
hari ini kita harus membereskan rumah, hari ini kan hari natal...
Dengan menggaruk
kepalanya Zooy pun bangun, “baiklah nenek”...
Hari itu pun
keluarga kecil itu mulai membereskan rumah untuk meyambut hari natal. Kakek
bagian membersihkan halama depan, sedangkan Zooy membantu nenek membersihkan
bagian dalam rumah. Malam pun tiba seperti biasanya mereka harus ke gereja
untuk merayakan malam natal...
“Zooy ayo
bersiap, kita harus ke gereja” kata kakek
“aa...aa...a...
baik kek tapi.... a...a”
“kenapa Zooy”
sambung nenek
“anu....aa...a,
nenek kakek, aku tak punya baju buat dipakai ke gereja”
Tiba-tiba nenek
teringat sesuatu...
“oh iya, Zooy
tolong ambilkan bingkisan hitam di tempat tidur nenek”
“iya nek...” dengan
wajah yang sedikit masam Zooy menuju ke kamar nenek, dan tak lama kemudian
kembali.
“ini
bingkisannya nek”
“bingkisan itu
buat kamu Zooy, ayo buka” kata nenek kepada Zooy
“buat aku nek?,
dengan wajah penuh pertanyaan.
“ia itu buat
kamu. Ayo dibuka” ujar kakek
Zooy pun membuka
bingkisan tersebut, dan ternyata....
“wow... ini buat
aku nek, bagus bangeth. Makasih yah nek” Zooy berteriak kegirangan.
Kakek dan nenek hanya
tersenyum bahagia melihat cucu mereka yang kegirangan. Ternyata tanpa
sepengetahuan kakek dan Zooy kemarin nenek ke pasar membelikan baju natal baru
untuk Zooy dari hasil jualan sayur. Namun malam itu nenek telah menceritakan
pada kakek tentang kejutan untuk Zooy.
“makasih kakek,
makasih nenek” ucap Zooy sambil memeluk kakek dan neneknya.
***T
A M A T***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar