Jumat, 23 Desember 2016

Cerpen Natal anak Sekolah Minggu


BINGKISAN UNTUK ZOOY
By: Elis Tnunay
Zooy namanya, ia adalah seorang anak kecil yang ditinggal oleh kedua orangtuanya saat berumur sebulan. Entah kemana tak seorang pun tahu tentang keperigian mereka. Umur Zooy sekarang adalah 11 tahun, ia tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah desa kecil yang sangat indah. Keadaan rumah yang ditinggali Zooy, kakek dan nenek tidak begitu mewah, hanyalah sebuah gubuk reot yang terbuat dari dedaunan gewang bertembokkan pelepah-pelepah bambu yang disusun rapi.
“Cuit...cuit..cuit” begitulah kicauan burung yang selalu terdengar setiap pagi, membuat setiap insan yang mendengarnya merasakan ketenangan dan semangat yang luar biasa. Pada sebuah jalan setapak di depan rumah Zooy selalu diramaikan dengan bunyi langkah kaki mereka yang selalu bersemangat mencari hidup dan kehidupan untuk orang-orang yang dicintai.
Pagi itu....
“ Nek...” sapa Zooy pada sang nenek yang sedang menyibukkan diri dengan tanaman-tanaman hijau segar di pekarangan rumah.
“ia kenapa Zooy?, sini bantuin nenek nyiramin sayur-sayur ini, lumayan buat ngurangin pengeluaran kita” sambil tersenyum.
Zooy langsung menghampiri sang nenek, namun dengan raut wajah yang tak bersemangat, entah apa yang telah terjadi padanya sepagi ini???
“Nek... kenapa sih aku harus tinggal sama kakek dan nenek?”
Sambil tersenyum lebar nenek menjawab “memangnya kenapa kalau kamu tinggal sama kakek dan nenek, kamu kan cucu kami”
“Tapi nek... aku pengen ketemu papa dan mama, teman-temanku yang lain bersama papa dan mama mereka, tapi aku tidak” ujar Zooy dengan sedikit nada cengeng.
Entah mengapa sang nenek harus menyembunyikan rahasia besar ini dari Zooy.
“ Zooy papa dan mama kamu sedang bekerja di luar negeri, mereka mencari uang buat kamu”.
“ tapi nek... kenapa mereka tidak pulang, sekarang kan sudah mau bulan desember, kita kan harus marayakan natal bersama”
Sambil tersenyum nenek pun mengatakan sebuah kalimat pendek “ mungkin mereka tak punya kesempatan untuk pulang”
Sebelum terdengar kata-kata yang keluar dari mulut Zooy, nenek pun berkata dengan harapan meyakinkan Zooy dan membuatnya mengerti.
“ suatu saat nanti pasti mereka akan pulang dan kamu pasti akan bertemu dengan mereka”
Mendengar perkataan nenek wajah zooy terlihat kemerah-merahan, kedua bola matanya terlihat sperti tetesan air yang masih hinggap pada dedaunan hijau. Nenek hanya menatap cucunya dan meletakan tangannya pada kepala Zooy lalu mengelus rambutnya yang dibiarkannya terurai.
Setelah pagi itu kehidupan Zooy dan keluarga kecilnya terus berlanjut, namun tak dapat dipungkiri di wajah Zooy terlihat jelas ada tersimpan rindu yang sangat amat besar pada orangtuanya. Dalam hayalannya setiap saat, papa dan mamanya datang dan membawakan hadiah yang banyak , baju baru, dan permainan yang keren-keren.
Tak terasa ternyata bulan desember telah tiba...
Langitpun bersukacita menyambutnya dengan curahan titik-titik air yang jatuh ke bumi, membuat pohon sepe memancarkan pesona kemerahannya. Sungguh bulan desember merupakan bulan kebahagiaan bagi semua orang Kristen, tetapi tidak bagi Zooy.
“ Natal sudah tiba tapi aku tak punya baju yang bagus untuk dipakai. Semua pakaianku telah usang” kata Zooy dalam hati, sembari duduk menatap ke luar jendela kamarnya.  Ia mengingat kejadian setahun yang lalu saat diejek oleh teman-temannya karena menggunakan baju yang sama seperti natal sebelumnya, tiba-tiba...
“Zooy kamu lihat nenek tidak?” teriak kakek dari ruang kecil disamping kamar Zooy.
“ tidak kek...” sambil berlari menghampiri kakek “memangnya kenapa kek, mungkin nenek lagi keluar”
“tidak Zoo... kakek hanya menanyakan nenek karena dari tadi tidak kelihatan. Dimana dia hujan-hujan begini. Yasudah kamu kembali saja ke kamarmu”
“baiklah kek...” ujar Zooy dengan setengah suara.
Zooy pun kembali ke kamarnya dan mulai membaringkan tubuhnya...hari pun mulai gelap tak lama kemudian perlahan matanya mulai tertutup dan ia pun tertidur. Nenek pun kembali ke rumah.
Keesokan harinya...
“Zooy ayo bangun hari ini kita harus membereskan rumah, hari ini kan hari natal...
Dengan menggaruk kepalanya Zooy pun bangun, “baiklah nenek”...
Hari itu pun keluarga kecil itu mulai membereskan rumah untuk meyambut hari natal. Kakek bagian membersihkan halama depan, sedangkan Zooy membantu nenek membersihkan bagian dalam rumah. Malam pun tiba seperti biasanya mereka harus ke gereja untuk merayakan malam natal...
“Zooy ayo bersiap, kita harus ke gereja” kata kakek
“aa...aa...a... baik kek tapi.... a...a”
“kenapa Zooy” sambung nenek
“anu....aa...a, nenek kakek, aku tak punya baju buat dipakai ke gereja”
Tiba-tiba nenek teringat sesuatu...
“oh iya, Zooy tolong ambilkan bingkisan hitam di tempat tidur nenek”
“iya nek...” dengan wajah yang sedikit masam Zooy menuju ke kamar nenek, dan tak lama kemudian kembali.
“ini bingkisannya nek”
“bingkisan itu buat kamu Zooy, ayo buka” kata nenek kepada Zooy
“buat aku nek?, dengan wajah penuh pertanyaan.
“ia itu buat kamu. Ayo dibuka” ujar kakek
Zooy pun membuka bingkisan tersebut, dan ternyata....
“wow... ini buat aku nek, bagus bangeth. Makasih yah nek” Zooy berteriak kegirangan.
Kakek dan nenek hanya tersenyum bahagia melihat cucu mereka yang kegirangan. Ternyata tanpa sepengetahuan kakek dan Zooy kemarin nenek ke pasar membelikan baju natal baru untuk Zooy dari hasil jualan sayur. Namun malam itu nenek telah menceritakan pada kakek tentang kejutan untuk Zooy.
“makasih kakek, makasih nenek” ucap Zooy sambil memeluk kakek dan neneknya.

***T A M A T***